Kamis, Mei 29, 2008

sistem pengendali mouse pointer secara real time

sistem tracking objek adalah sistem pengenalan objek benda oleh kamera, mesia yang saya gunakan adalah webcam sebagai alat untuk mengenali objeck, sistem mendeteksi objek secara real time atau langsung sedangkan objeknya menggunakan warna hitam dan biru, nantinya prograng tracking objek ini akan digunakan sebagai pengendali power point seweaktu presentasi.
apabila menggunakan warna hitam akan diartikan sebagai perintah foward dan untuk warna biru adalah sebaliknya, sebetulnya untuk foward dan backward akan menggunakan deteksi gerak tapi apabila itu masih memungkinkan.

Rabu, Mei 28, 2008

renungan juga buat kita

ini renungan yang di buat fersi cerita.tapi tetep aja aku dapatnya dari tempat lain

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri.

Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya
harta dan kesenangan yang banyak.
Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya.
Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini.

Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga.
Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu
berusaha untuk memperkenalkan wanita ini kepada
semua temannya. Namun, ia juga selalu khawatir
kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain.

Begitu juga dengan istri yang kedua. Ia pun sangat menyukainya.
Ia adalah istri yang sabar dan pengertian.
Kapanpun pedagang ini mendapat masalah,
dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini.
Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong
dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit.

Sama halnya dengan istri yang pertama. Dia adalah
pasangan yang sangat setia. Dia selalu membawa perbaikan bagi
kehidupan keluarga ini. Dia lah yang merawat dan
mengatur semua kekayaan dan usaha sangsuami.
Akan tetapi, sang pedagang, tak begitu mencintainya.
Walaupun sang istri pertama ini begitu sayang padanya,
namun, pedagang ini tak begitu mempedulikannya.

Suatu ketika, si pedagang sakit. Lama kemudian,
ia menyadari, bahwa ia akan segera meninggal.
Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata
dalam hati. “Saat ini, aku punya 4 orang
istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri.
Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri.”

Lalu, ia meminta semua istrinya datang, dan kemudian
mulai bertanya pada istri keempatnya. “Kaulah yang paling
kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah.
Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku
dan menemaniku? Ia terdiam. “Tentu saja tidak,
“jawab istri keempat, dan pergi begitu
saja tanpa berkata-kata lagi.

Jawaban itu sangat menyakitkan hati. Seakan-akan, ada
pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya.

Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga.
“Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir.
Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?
Istrinya menjawab, Hidup begitu indah disini. Aku akan
menikah lagi jika kau mati. Sang pedagang begitu terpukul
dengan ucapan ini. Badannya mulai merasa demam.

Lalu, ia bertanya pada istri keduanya. “Aku selalu
berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau
membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu.
Kalau ku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku?
Sang istri menjawab pelan. “Maafkan aku,” ujarnya
“Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa
mengantarmu hingga ke liang kubur saja. Nanti,
akan kubuatkan makam yang indah buatmu.
Jawaban itu seperti kilat yang menyambar.
Sang pedagang kini merasa putus asa.

Tiba-tiba terdengar sebuah suara. “Aku akan tinggal denganmu.
Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan
meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.
Sang pedagang lalu menoleh ke samping,
dan mendapati istri pertamanya disana.
Dia tampak begitu kurus. Badannya tampak seperti
orang yang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang
lalu bergumam, “Kalau saja, aku bisa merawatmu lebih
baik saat ku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku.”

Renungan :

Teman, sesungguhnya kita punya 4 orang istri dalam hidup ini.
Istri yang keempat, adalah tubuh kita.
Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita
keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah
dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi
segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan

dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya.

Istri yang ketiga, adalah status sosial dan kekayaan.
Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain.
Mereka akan berpindah, dan melupakan kita yang pernah memilikinya.

Sedangkan istri yang kedua, adalah kerabat dan teman-teman.
Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka,
mereka tak akan bisa bersama kita selamanya.
Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.

Dan, teman, sesungguhnya, istri pertama kita
adalah jiwa dan amal kita. Mungkin, kita sering
mengabaikan, dan melupakannya demi kekayaan dan
kesenangan pribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa
dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia
dan mendampingi kemanapun kita melangkah.
Hanya amal yang mampu menolong kita diakhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal
kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal belakangan.

ndeso

ini aku ngutip dari salah satu forum yang isinya mungkin bisa memberi kita kesadaran tentang apa arti kehidupa mewah bagi orang indonesia.

oleh : Ika S. Creech *)

Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan,
udik, shock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami
atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia
merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan
tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia
menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru
merasakan dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan
sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya,
dengan harapan orang yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.

Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap
langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa,
seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus
berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain,
serta belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan
alias deso.

Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan
atau bahkan Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus.
Sementara si Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen
yang sederhana. Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman
kepada pemerintah Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di
Narita. Dari Tokyo naik kendaraan umum, sementara yang akan
dijemput, pejabat Indonesia naik mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.

Ketika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara ceremoni
dari jarak yang sangat dekat, dihadiri oleh pejabat setingkat menteri,
saya tertarik mengamati pada mobil yang mereka pakai Merk Holden baru
yang paling murah untuk ukuran Australia. Yang menarik,para pengawalnya
tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya
dengan tamu-tamu, kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana
pengawalnya.

Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand.
Dia seorang warga Negara Malaysia keturunan cina, sudah selesai S3,
sekarang lagi mengikuti program Post Doc, Dia anak serorang pengusaha yang kaya raya.

Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah jadi pelayan. Dia
juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan tingginya.

Satu bulan saya di jepang tidak melihat orang pakai hp communicator,
mungkin kelemahan saya mengamati. Dan setelah saya baca Koran
ternyata konsumen terbesar hp communicator adalah Indonesia. Sempat
berkenalan juga dengan seorang yang berada di stasiun kereta di Jepang,
ternyata dia anak seorang pejabat tinggi Negara, juga naik
kereta. Yang tak kalah serunya saya juga jadi pengamat berbagai
jenis sepatu yang di pakai masyarakat jepang ternyata tak bermerek,
wah ini yang deso siapa yaa?

Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di jepang atau di
Australia, baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau
rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah
tahu pekerjaan dan jabatanya di perusahaan. Jangan-jangan kalau
orang jepang diajak ke Pondok Indah bisa Pingsan melihat rumah segitu
gede dan mewahnya. Rata-rata rumah disana memiliki tinggi plafon yang
bisa dijambak dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga
duduknyapun banyak yang lesehan.

Sampai akhir hayatnya Rasulullah tidak membuat istana Negara dan
Benteng Pertahanan (khandaq hanyalah strategi sesaat, untuk perang
ahzab saja), padahal Rasulullah sudah sangat mengenal kemawahan
istana raja-raja Negara sekelilingnya, karena Beliau punya pengalaman
berdagang. Ternyata Beliau tidak menjadi silau terus ikut-ikutan
latah ingin seperti orang-orang. Lalu dimana aktivitas
kenegaraan dilakukan? Mengingat beliau sebagai kepala Negara.
Jawabannya ya di masjid.

Beliau punya banyak jalan yang legal untuk bisa membangun istana. Di
Mekkah nikah dengan janda kaya, di madinah jadi kepala Negara,
punya hak prerogative dalam mengatur harta rampasan perang dan ada
jatah dari Allah untuk dipergunakan sekehendak beliau, belum hadiah
dari raja-raja. Tetapi mengapa beliau sering kelaparan, ganjal
perut dengan batu, puasa sunnah niatnya siang hari, shalat sambil
duduk menahan perih perut dan seterusnya.

Ketika Indonesia sedang terpuruk, Hutang lagi numpuk, rakyat banyak
yang mulai ngamuk, Negara sedang kere, banyak yang antri beras,
minyak tanah, minyak goreng dll. Maka harga diri kita tidak bisa
diangkat dengan medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing,
banyak ceremonial yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas, merek
mobil, proyek mercusuar, dll, dsb, dst

Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo utang sudah lunas, kelaparan
tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagi WTS
(di Malaysia "Wanita Tak Senonoh") , angka kriminal rendah, korupsi
berkurang, punya posisi tawar terhadap kekuatan global. Maka orang
Deso (alias norak) tidak mampu mengatasi krisis karena tidak bisa
menjadikan krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN.

Nah karena yang menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma
yang dipakai adalah Negara normal atau bahkan mengikut Negara maju.

Bayangkan ada daerah yang menganggarkan Sepak Bola 17 Milyar
sementara anggaran kesranya 100 juta, wiiieh!

Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan
dari atas sampai bawah :


- Orang bisa antri Raskin sambil pegang hp

- Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok

- Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk beli dan
kulkas

- Orang bule mabuk krn kelebihan uang, Orang kampung mabuk beli
minuman patungan

- Pengemis bisa pake walkman sambil goyang kepala

- Para Pengungsi bisa berjoged dalam tendanya

- Orang beli Gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah

- Ijazah S3 luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang
sempit di cibubur

- Kelihatannya orang sibuk ternyata masih sering keluar masuk Mc
Donald

- Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia
persepakbolaan.

- Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin hp

- 62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja

- Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi di
acara tembang kenangan.

- Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol
ngebor

- Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan
wakuncar

- Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan

- Agar kelihatan inklusif mk hrs bisa menggandeng siapa saja, kl
perlu jin tomang jg digandeng

Yang lebih mengerikan lagi adalah supaya kita tidak terlihat kere,
maka harus bisa tampil keren.
Makin kiamatlah kalo si kere tidak tahu dirinya kere.

Yah mungkin ini bisa jadi pelajaran buat kita semua.
khususnya bagi orang orang yang merasa kaya tapi otak plong